Pada tahun 1976, Landsteiner dan Lavene mengemukakan sistem
penggolongan darah M, MN, dan N, yang masing-masing disebabkan oleh adanya
perbedaan salah satu jenis antigen glikoprotein. Antigen glikoprotein ini
terdapat pada membran sel darah merah yang disebut glikoforin A.
Antigen ini tidak membentuk zat anti (aglutinin), sehingga
apabila ditransfusikan dari golongan satu ke golongan yang lain tidak akan
menimbulkan gangguan. Tetapi, apabila antigen tersebut disuntikkan ke dalam
tubuh kelinci, serum kelinci akan membentuk zat antinya. Maka, apabila serum
kelinci yang mengandung zat anti ini disuntikkan ke dalam tubuh manusia, akan
berpotensi menimbulkan gangguan.
Adanya antigen M ditentukan oleh gen LM,
adanya antigen MN ditentukan oleh LM dan LN,
sedangkan adanya antigen-antigen N, ditentukan oleh gen LN. (L
merupakan singkatan dari Landsteiner). Berdasarkan hal tersebut, macam
fenotipe, genotipe dan kemungkinan macam gamet dari orang yang bergolongan M,
MN, atau N dapat diketahui. Berikut karakteristeik golongan darah sistem MN:
|
Fenotipe
(Golongan Darah)
|
Genotipe
|
Macam
Glikoforin Membran
|
Reaksi
dengan
|
|
|
Anti-M
|
Anti-N
|
|||
|
M
|
LM
|
Glikoforin
M
|
+
|
-
|
|
N
|
LN
|
Glikoforin
N
|
-
|
+
|
|
MN
|
LMLN
|
Glikoforin
M dan N
|
+
|
+
|
*) tanda + menunjukkan terjadi reaksi penggumpalan
(aglutinasi), tanda - menunjukkan tidak terjadi reaksi penggumpalan.
Hasil studi genetik menunjukkan pewarisan antigen M dan N
akibat perkawinan di antara kedua orangtua terhadap tipe antigen anak.
|
Antigen Orangtua
|
Antigen Anak
|
Antigen yang Tidak Mungkin pada Anak
|
|
M
>< M
|
M
|
N,
MN
|
|
N
>< N
|
N
|
M,
MN
|
|
M
>< N
|
MN
|
M,
N
|
|
MN
>< MN
|
M,
N, MN
|
-
|
|
N
>< MN
|
N,
MN
|
M
|
|
M
>< MN
|
M,
MN
|
N
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar