|
Disusun Oleh :
1.
Eva
Triana Sari
2.
Inayatul
Fajriah
3.
Monalisa
Indrianti
4.
Natalia
Permata Ayu
5.
Rena
Murtiviana
X IPA 3
SMA NEGERI 1 WAY JEPARA
TP 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat
dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan laporan produk
kerajinan limbah tekstil.
Laporan produk
kerajinan limbah tekstil ini diharapkan dapat
menjadi pedoman bagi siswa dalam pelaksanaan program peningkatan mutu pembelajaran
khususnya dalam kegiatan pembuatan kerajinan limbah tekstil tahun mendatang.
Kami menyadari bahwa dalam
penyusunan laporan produk kerajinan
limbah tekstil
masih banyak terdapat kekurangan, baik dari hal isi maupun tata penulisannya,
hal ini terjadi karena keterbatasan wawasan, pengalaman dan kurangnya refrensi
yang kami miliki, oleh sebab itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat
kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan laporan produk kerajinan limbah tekstil pada tahun mendatang.
Kepada berbagai pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian penyusunan laporan produk kerajinan limbah tekstil kami ucapkan banyak terima kasih,
khususnya kepada Ibu Eva Septiana selaku guru kewirausahaan di SMA Negeri 1 Way
Jepara. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi kita semua. Amin.
Penyusun
Kelompok
5
BAB I
Pendahuluan
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Karya
kerajinan adalah suatu barang yang dihasilkan bersadarkan kreatifitas,
rancangan, inovasi, imajinasi dan ketrampilan yang bernilai seni.
Pada zaman sekarang teknologi semakin maju. Hal tersebut memicu pertumbuhan pabrikasi pengolahan bahan baku dari sumber daya alam dengan menggunakan mesin. Mesin-mesin industri tesebut menimbulkan masalah baru, yakni menjadi sampah yang sulit diuraikan oleh alam. Salah satu industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar adalah industri tekstil (memproduksi dari benang hingga menjadi kain).
Kondisi inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah industri, salah satunya tekstil. Limbah tekstil dapat dimanfaatkan dalam bentuk apa saja. Contohnya kotak pensil, tas, taplak meja, sarung bantal, keset dan lain-lain.
Pada zaman sekarang teknologi semakin maju. Hal tersebut memicu pertumbuhan pabrikasi pengolahan bahan baku dari sumber daya alam dengan menggunakan mesin. Mesin-mesin industri tesebut menimbulkan masalah baru, yakni menjadi sampah yang sulit diuraikan oleh alam. Salah satu industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar adalah industri tekstil (memproduksi dari benang hingga menjadi kain).
Kondisi inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah industri, salah satunya tekstil. Limbah tekstil dapat dimanfaatkan dalam bentuk apa saja. Contohnya kotak pensil, tas, taplak meja, sarung bantal, keset dan lain-lain.
1.2 Tujuan Masalah
Dengan dibuatnya laporan
produk kerajinan limbah tekstil ini merujuk
latar belakang diatas, maka kami mempunyai tujuan sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui pengertian
kerajinan limbah tekstil
2.
Untuk mengetahui teknik yang digunakan
dalam pembuatan kerajinan limbah tekstil
3.
Untuk mengetahui proses pembuatan
kerajinan limbah tekstil
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kerajinan Limbah Tekstil
a) Pengertian
Limbah Tekstil : Sisa proses produksi dari bahan tekstil
b) Klasifikasi
Produk Limbah Tekstil
1. Produk
Limbah Tekstil Daur Ulang (Recycle)
Contoh : Kain perca yang dibuat
kembali menjadi sebuah lembaran kain dengan teknik patchwork.
2. Produk
Limbah Tekstil yang Digunakan Kembali (Reuse)
Contoh : Pakain yang dirancang ulang
seolah-olah menajdi baru, misalnya kaos yang sudah usang dicelupkan dan
ditambahkan teknik sablon diatasnya.
c) Material
Limbah Tekstil
Material yang digunakan terdiri dari :
- Limbah Padat
- Limbah Padat
Contoh : Sisa benang pada kones (cone ends), kain sisa (perca), busa
pelapis,bisban, tali, kerah dan cones bekas benang.
-
Limbah Cair
Contoh : Sisa pewarna, malam lilin.
d)
Teknik Menjahit
1.
Teknik Quilting
Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh dengan menyatukan potongan-potongan kain dengan pola tertentu. Proses penjahitan bisa dilakukan dengan jahit tangan ataupun dengan mesin. Metode quilting merupakan menjahit dengan tiga lapisan :
Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh dengan menyatukan potongan-potongan kain dengan pola tertentu. Proses penjahitan bisa dilakukan dengan jahit tangan ataupun dengan mesin. Metode quilting merupakan menjahit dengan tiga lapisan :
-
Top quilt (kain perca)
-
Batting (busa pelapis)
-
Quilt backing (kain katun)
Prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat produk kriya dengan teknik quilting :
a. Harus selalu menggunakan busa pelapis untuk memunculkan bentuk relief tertentu.
b. Jahitan bisa dengan tangan / jelujur atau jahit mesin
c. Gambarlah bentuk jahitan dengan pensil yang mudah dihapus
d. Agas lapisan tidak bergeser digunakan jahitan jelujur
Prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat produk kriya dengan teknik quilting :
a. Harus selalu menggunakan busa pelapis untuk memunculkan bentuk relief tertentu.
b. Jahitan bisa dengan tangan / jelujur atau jahit mesin
c. Gambarlah bentuk jahitan dengan pensil yang mudah dihapus
d. Agas lapisan tidak bergeser digunakan jahitan jelujur
2.
Teknik Aplikasi Perca
Aplikasi perca adalah menempelkan kain perca pada bahan atau
produk lain untuk menghias produk tersebut.
5 jenis jahit aplikasi perca :
5 jenis jahit aplikasi perca :
1.)
Standar : membuat gambar pada kain kemudian digunting dan
ditempel pada lembaran kain, dapat diselesaikan dengan teknik sulam.
2.)
Potong sisip : teknik menghias permukaan kain yang
dikerjakan dengan melubangi dasar kain yang digambari motif sesuai rencana. Kain
yang sudah dilubangi tersebut ditempeli kain dengan warna lain yang
diselesaikan dengan tusuk feston atau mesin bordir.
3.)
Potong motif : teknik menghias permukaan kain dengan cara
memotong motif yang ada pada kain lalu ditempel pada permukaan kain (bisa dengan
feston atau bordir)
4.)
Lipat potong : teknik menghias permukaan kain dengan cara
melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai dengan desain sehingga hasilnya
simetris kemudian ditempel pada dasar kain diselesaikan dengan teknik feston.
5.)
Pengisian : Teknik ini hampir sama dengan teknik yang
lain, bedanya pada teknik pengisian ditambahkan renda dan pita.
3.
Teknik Patchwork
Pengertian teknik patchwork adalah teknik kerajinan yang menggabungkan potongan-potongan kain perca 1 dengan yang lain dan memiliki motif atau warna yang berbeda lalu menjadi suatu bentuk baru.
Pengertian teknik patchwork adalah teknik kerajinan yang menggabungkan potongan-potongan kain perca 1 dengan yang lain dan memiliki motif atau warna yang berbeda lalu menjadi suatu bentuk baru.
4.
Teknik Makrame
Makrame adalah bentuk suatu kerajinan simpul-menyimpul benang
atau tali. Teknik yang digunakan pada pembuatan makrame adalah pilin, anyam dan
beragam simpul.
5.
Teknik Anyam
Teknik anyam pada dasarnya dalah teknik menggabungkan atau
menjalin bagian-bagian menjadi struktur yang lebih kuat. Teknik anyam biasanya
digunakan untuk limbah panjang dan serupa dengan tali.
6.
Teknik Tiga Dimensi
Teknik tiga dimensi digunakan untuk membuat kerajinan yang
memiliki ruang/volume. Teknik pembuatannya pada dasarnya serupa dengan membuat
busana, yaitu membuat pola, memotong bahan, dan membentuknya dengan bantuan
teknik jahit atau lem.
e)
Membuat Produk Kerajinan Limbah Tekstil
·
Mencari ide
·
Membuat gambar/sketsa
·
Pilih ide terbaik
·
Perencanaan produksi
·
Pembuatan kerajinan
·
Presentasi
f)
Standar Proses Produksi Kerajinan Limbah Tekstil
1.
Membersihkan limbah tekstil dengan cara merendam dalam air
bersih untuk memisahkan kotoran dan serat atau kain
2.
Membilas limbah
3.
Mengeringkan dan memilah limbah sesuai karakter dan warna
4.
Proses persiapan bahan (menyetrika dan memilih bahan)
5.
Membuat pola sesuai desain produk yang akan dibuat
6.
Membuat mal atau cetakan baku atau bentuk dasar baku
7.
Menggunting dan memberi tanda pada bagian yang ingin
digabungkan
8.
Menjahit menjadi sebuah produk
9.
Memberi aplikasi tambahan
10.
Merapikan produk
11.
Memberi label
12.
Mengemas produk
g)
Pengemasan dan Perawatan Kerajinan Limbah Tekstil
Pengemasan dan perawatan memiliki
tujuan sama, yaitu untuk membuat produk menjadi awet dan tahan lama.
Fungsi kemasan :
*
Sebagai pelindung
*
Memudahkan membawa dan pengiriman
*
Memberikan informasi
*
Daya tarik konsumen
*
Menjaga kebersihan
*
Kualitas produk tetap baik
BAB III
Proses Pembuatan Kerajinan Limbah Tekstil
3.1 Alat dan Bahan
|
Alat :
•
Gunting
•
Penggaris
•
Pita meter
•
Korek api
•
Lilin
•
Spidol
•
Jarum
3.2 Cara Pembuatan
Bahan 1 :
1.
Ukurlah diameter dan panjang galon
2.
Buatlah desain sarung galon yang akan dibuat
3.
Siapkan alat dan bahan
4.
Jahitlah potongan-potongan kain perca menjadi satu
5.
Ukur kain dasar kuning, busa pelapis dan kain perca yang
sudah dijahit sesuai dengan ukuran galon
6.
Potonglah kain dasar kuning, busa pelapis dan kain perca
yang sudah dijahit sesuai ukuran
7.
Jahitlah ketiga
bahan tersebut dengan kain perca sebagai lapisan dalam, lalu busa dan kain
dasar kuning sebagai lapisan luar
Bahan 2 :
- Ukurlah diameter lingkaran atas galon
- Buatlah ukuran tersebut pada kain dasar kuning dan busa
- Potonglah kedua bahan tersebut sesuai ukuran
- Jahitlah kedua bahan tersebut menjadi satu
- Buatlah pola kain, kantong dan kacamata minoin pada kain perca levis
- Lalu buatlah bentuk mata, dan gigi minion pada kain flanel putih
- Kemudian potonglah ukuran-ukuran yang telah dibuat
- Tempel bola mata boneka pada mata lingkaran mata kain flanel yang telah dibuat menggunakan lem bakar
- Jahitlah kancing pada baju minion
- Tempel kantong pada baju minoin
- Kemudian jahit baju minion pada kain dasar kuning
- Potonglah talikur secukupnya sebagai rambut minion
- Lalu tempel pada bagian atas sarung galon
12. Setelah selesai berilah label pada produk
13. Terakhir, kemaslah sarung galon yang sudah jadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar