Laman

Kamis, 01 Oktober 2015

Makalah Pembuatan Sarung Galon



Laporan Produk Kerajinan Limbah Tekstil
 




                             


Disusun Oleh :
1.    Eva Triana Sari
2.    Inayatul Fajriah
3.    Monalisa Indrianti
4.    Natalia Permata Ayu
5.    Rena Murtiviana
  X IPA 3





SMA NEGERI 1 WAY JEPARA
TP 2014/2015


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan laporan produk kerajinan limbah tekstil.
Laporan produk kerajinan limbah tekstil  ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam pelaksanaan program peningkatan mutu pembelajaran khususnya dalam kegiatan pembuatan kerajinan limbah tekstil tahun mendatang.
            Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan produk kerajinan limbah tekstil masih banyak terdapat kekurangan, baik dari hal isi maupun tata penulisannya, hal ini terjadi karena keterbatasan wawasan, pengalaman dan kurangnya refrensi yang kami miliki, oleh sebab itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan laporan produk kerajinan limbah tekstil pada tahun mendatang.
            Kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penyusunan laporan produk kerajinan limbah tekstil kami ucapkan banyak terima kasih, khususnya kepada Ibu Eva Septiana selaku guru kewirausahaan di SMA Negeri 1 Way Jepara. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi kita semua. Amin.

                                                                                                  Penyusun

                                                                                                Kelompok 5











BAB I
Pendahuluan

1.1     Latar Belakang Masalah
Karya kerajinan adalah suatu barang yang dihasilkan bersadarkan kreatifitas, rancangan, inovasi, imajinasi dan ketrampilan yang bernilai seni.
       Pada zaman sekarang teknologi semakin maju. Hal tersebut memicu pertumbuhan pabrikasi pengolahan bahan baku dari sumber daya alam dengan menggunakan mesin. Mesin-mesin industri tesebut menimbulkan masalah baru, yakni menjadi sampah yang sulit diuraikan oleh alam. Salah satu industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar adalah industri tekstil (memproduksi dari benang hingga menjadi kain).
       Kondisi inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah industri, salah satunya tekstil. Limbah tekstil dapat dimanfaatkan dalam bentuk apa saja. Contohnya kotak pensil, tas, taplak meja, sarung bantal, keset dan lain-lain.

1.2     Tujuan Masalah

Dengan dibuatnya laporan produk kerajinan limbah tekstil ini merujuk latar belakang diatas, maka kami mempunyai tujuan sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian kerajinan limbah tekstil
2.      Untuk mengetahui teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan limbah tekstil
3.      Untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan limbah tekstil















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1     Kerajinan Limbah Tekstil

a)      Pengertian Limbah Tekstil : Sisa proses produksi dari bahan tekstil

b)      Klasifikasi Produk Limbah Tekstil
1.      Produk Limbah Tekstil Daur Ulang (Recycle)
Contoh : Kain perca yang dibuat kembali menjadi sebuah lembaran kain dengan teknik patchwork.
2.      Produk Limbah Tekstil yang Digunakan Kembali (Reuse)
Contoh : Pakain yang dirancang ulang seolah-olah menajdi baru, misalnya kaos yang sudah usang dicelupkan dan ditambahkan teknik sablon diatasnya.

c)      Material Limbah Tekstil
Material yang digunakan terdiri dari :
-  Limbah Padat
   Contoh : Sisa benang pada kones (cone ends), kain sisa (perca), busa pelapis,bisban, tali, kerah dan cones bekas benang.
-    Limbah Cair
Contoh : Sisa pewarna, malam lilin.

d)     Teknik Menjahit
1.      Teknik Quilting
Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh dengan menyatukan potongan-potongan kain dengan pola tertentu. Proses penjahitan bisa dilakukan dengan jahit tangan ataupun dengan mesin. Metode quilting merupakan menjahit dengan tiga lapisan :
-        Top quilt (kain perca)
-        Batting (busa pelapis)
-        Quilt backing (kain katun)
Prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat produk kriya dengan teknik quilting :
a. Harus selalu menggunakan busa pelapis untuk memunculkan bentuk relief tertentu.
b. Jahitan bisa dengan tangan / jelujur atau jahit mesin
c. Gambarlah bentuk jahitan dengan pensil yang mudah dihapus
d. Agas lapisan tidak bergeser digunakan jahitan jelujur
2.      Teknik Aplikasi Perca
Aplikasi perca adalah menempelkan kain perca pada bahan atau produk lain untuk menghias produk tersebut.
5 jenis jahit aplikasi perca :
1.)    Standar : membuat gambar pada kain kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain, dapat diselesaikan dengan teknik sulam.
2.)    Potong sisip : teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melubangi dasar kain yang digambari motif sesuai rencana. Kain yang sudah dilubangi tersebut ditempeli kain dengan warna lain yang diselesaikan dengan tusuk feston atau mesin bordir.
3.)    Potong motif : teknik menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain lalu ditempel pada permukaan kain (bisa dengan feston atau bordir)
4.)    Lipat potong : teknik menghias permukaan kain dengan cara melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai dengan desain sehingga hasilnya simetris kemudian ditempel pada dasar kain diselesaikan dengan teknik feston.
5.)    Pengisian : Teknik ini hampir sama dengan teknik yang lain, bedanya pada teknik pengisian ditambahkan renda dan pita.
3.      Teknik Patchwork
Pengertian teknik patchwork adalah teknik kerajinan yang menggabungkan potongan-potongan kain perca 1 dengan yang lain dan memiliki motif atau warna yang berbeda lalu menjadi suatu bentuk baru.
4.      Teknik Makrame
Makrame adalah bentuk suatu kerajinan simpul-menyimpul benang atau tali. Teknik yang digunakan pada pembuatan makrame adalah pilin, anyam dan beragam simpul.
5.      Teknik Anyam
Teknik anyam pada dasarnya dalah teknik menggabungkan atau menjalin bagian-bagian menjadi struktur yang lebih kuat. Teknik anyam biasanya digunakan untuk limbah panjang dan serupa dengan tali.
6.      Teknik Tiga Dimensi
Teknik tiga dimensi digunakan untuk membuat kerajinan yang memiliki ruang/volume. Teknik pembuatannya pada dasarnya serupa dengan membuat busana, yaitu membuat pola, memotong bahan, dan membentuknya dengan bantuan teknik jahit atau lem.

e)      Membuat Produk Kerajinan Limbah Tekstil
·         Mencari ide
·         Membuat gambar/sketsa
·         Pilih ide terbaik
·         Perencanaan produksi
·         Pembuatan kerajinan
·         Presentasi

f)       Standar Proses Produksi Kerajinan Limbah Tekstil
1.      Membersihkan limbah tekstil dengan cara merendam dalam air bersih untuk memisahkan kotoran dan serat atau kain
2.      Membilas limbah
3.      Mengeringkan dan memilah limbah sesuai karakter dan warna
4.      Proses persiapan bahan (menyetrika dan memilih bahan)
5.      Membuat pola sesuai desain produk yang akan dibuat
6.      Membuat mal atau cetakan baku atau bentuk dasar baku
7.      Menggunting dan memberi tanda pada bagian yang ingin digabungkan
8.      Menjahit menjadi sebuah produk
9.      Memberi aplikasi tambahan
10.  Merapikan produk
11.  Memberi label
12.  Mengemas produk


g)      Pengemasan dan Perawatan Kerajinan Limbah Tekstil
Pengemasan dan perawatan memiliki tujuan sama, yaitu untuk membuat produk menjadi awet dan tahan lama.
Fungsi kemasan :
*           Sebagai pelindung
*           Memudahkan membawa dan pengiriman
*           Memberikan informasi
*           Daya tarik konsumen
*           Menjaga kebersihan
*           Kualitas produk tetap baik




















BAB III
Proses Pembuatan Kerajinan Limbah Tekstil


3.1     Alat dan Bahan


Bahan :
      Kain perca
      Kain dasar kuning
      Kain flanel warna putih
      Busa pelapis
      Kancing baju
      Sepasang mata boneka
      Lem bakar
      Talikur
      Pita warna kuning

 
 
Alat :
      Gunting
      Penggaris
      Pita meter
      Korek api
      Lilin
      Spidol
      Jarum


3.2      Cara Pembuatan

Bahan 1 :
1.      Ukurlah diameter dan panjang galon
2.      Buatlah desain sarung galon yang akan dibuat
3.      Siapkan alat dan bahan
4.      Jahitlah potongan-potongan kain perca menjadi satu
5.      Ukur kain dasar kuning, busa pelapis dan kain perca yang sudah dijahit sesuai dengan ukuran galon
6.      Potonglah kain dasar kuning, busa pelapis dan kain perca yang sudah dijahit sesuai ukuran
7.       Jahitlah ketiga bahan tersebut dengan kain perca sebagai lapisan dalam, lalu busa dan kain dasar kuning sebagai lapisan luar









Bahan 2 :

  1. Ukurlah diameter lingkaran atas galon
  2. Buatlah ukuran tersebut pada kain dasar kuning dan busa
  3. Potonglah kedua bahan tersebut sesuai ukuran
  4. Jahitlah kedua bahan tersebut menjadi satu
  5. Buatlah pola kain, kantong dan kacamata minoin pada kain perca levis
  6. Lalu buatlah bentuk mata, dan gigi minion pada kain flanel putih
  7. Kemudian potonglah ukuran-ukuran yang telah dibuat
  8. Tempel bola mata boneka pada mata lingkaran mata  kain flanel yang telah dibuat menggunakan lem bakar
  9. Jahitlah kancing pada baju minion
  10. Tempel kantong pada baju minoin
  11. Kemudian jahit baju minion pada kain dasar kuning
  12. Potonglah talikur secukupnya sebagai rambut minion
  13. Lalu tempel pada bagian atas sarung galon
12. Setelah selesai berilah label pada produk
13. Terakhir, kemaslah sarung galon yang sudah jadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar