Sejarah
Musik Pop
Perkembangan musik pop Indonesia pada tahun 1960-an
dikenal para artis ialah Norma Sanger, Sam Saimun, Bing Slamet, Ade Ticoalu,
Mien Sondakh, Rachmat Kartolo, Titiek Puspa, Yoke Simatupang, Lilis Suryani,
Tety Kadi, dan Erni Johan secara politis saat itu mereka mendapat hambatan
sebagai pengaruh buruk dari barat yang saat itu mengancam kelestarian identitas
nasional. Kelompok Koes Bersaudara dan Dara Puspita makin berkembang, namun
Koes Bersaudara kemudian Koes Plus terkena imbas politik mereka masuk penjara
pada tanggal 29 Agustus 1965 karena dianggap kebarat-baratan. Kemudian dekade
sekitar tahun 1970-an banyak grup Band bermunculan seperti Favorit Grup,
Panbers serta D’Lloyd. Pada umumnya sulit untuk menentukan suatu gaya
individual dari keseluruham karena para artis-artis ini masing-masing memiliki
kelebihan baik dari segi musikal maupun penampilannya.
II. Alat Musik Pop
Tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi
suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi, dapat disebut sebagai
alat musik. Walaupun demikian, istilah ini umumnya diperuntukkan bagi alat yang
khusus ditujukan untuk musik. Bidang ilmu yang mempelajari alat musik disebut
organologi.
Ø Alat musik
berdasarkan sumber bunyinya
Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya
berasal dari bahan dasarnya. Contoh: kulintang, drums, bongo, kabasa.
Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara
pada rongga. Contoh: flute, terompet, harmonika, trombone.
Chordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai.
Contoh: bass, gitar, biola, gitar, sitar, piano.
Ø Alat musik berdasarkan
cara memainkan
Alat musik tiup menghasilkan suara sewaktu suatu kolom
udara didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi
gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjang kolom udara dan bentuk
instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen
dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik ini adalah terompet dan flute.
Alat musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau ditabuh. Alat
musik pukul dibagi menjadi dua yakni bernada dan tidak bernada. Bentuk dan
bahan bagian-bagian instrumen serta bentuk rongga getar, jika ada, akan
menentukan suara yang dihasilkan instrumen. Contohnya adalah kolintang
(bernada), drums (tak bernada), dan bongo (tak bernada).
Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui
dipetik. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai.
Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat
musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai.
Ø Alat musik
tekan
Sebenarnya ‘alat musik tekan’ tidak termasuk kategori
mana pun. Namun cara menekan rupanya menjadi bagian dari sistem menghasilkan
bunyi yang diinginkan. Alat musik tekan memiliki tiga jenis yaitu: menekan
untuk memukul, menekan untuk meniup, dan menekan untuk mengaktifkan sistem
elektronik. Jadi kalau boleh dikategorikan, ‘alat musik tekan’ antara lain
piano akustik (chordofon pukul), organ akustik (aerofon), acordion (aerofon)dan
alat-alat musik elektronik yang menggunakan papan kunci (keyboard).
Ø Alat musik
elektronik
Alat musik elektronik menghasilkan suara tiruan dari
alat musik aslinya (akustik). Istilah synthesizer dipakai untuk alat musik yang
menggunakan papan kunci (keyboard). Sedangkan alat musik elektrik digunakan
untuk alat-alat musik yang dilengkapi dengan komponen elektronik. Alat ini cara
memainkannya sama dengan alat musik akustik. Misalnya gitar elektrik, drums
elektrik, dan bass elektrik.
Ø Single band
Pesatnya perkembangan teknologi digital menyebabkan
lahirnya alat-alat perangkat dengan kegunaan yang lebih efesien dan efektif
seperti alat musik single band. Alat musik ini sangat praktis karena cukup
dimainkan oleh satu orang. Di dalamnya terdapat irama (style), beragam suara,
dan fasilitas simple recording. Yamaha menamakan perangkat ini dengan
portasound (portable sound). Sementara Roland menyebut sebagai electone
(electric tone).
Murahnya harga perangkat dan efesiennya biaya, menyebabkan single band
dewasa ini menjadi primadona bagi pihak-pihak yang menginginkan hiburan praktis
ekonomis. Jika dibanding dengan full band yang minimal dimainkan oleh 4 orang
ditambah sound system berkekuatan besar, maka single band menjadi pilihan
alternatif yang cukup terjangkau.
III. Contoh Lagu
Pop
Untuk di Indonesia sendiri genre music yang beraliran Pop
sudah banyak sekali menghasilkan karya – karya yang luar biasa , nampaknya
music beraliran pop memang sangat diminati oleh para pecinta music khusunya
penduduk Indonesia.
Adapun beberapa contoh lagu pop yang ada di Indonesia:
1.
Ungu Hampa hatiku
2.
D’masiv Apa salahku
3.
Sheila On 7 Berhenti berharap.
4.
Tangga Aku pasti kembali dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar