Assalamu’alaikum
Ust.
Mohon
penjelasan, bagaimana hukum seorang muslim yang tidak bertegur lebih dari 3
hari ??
Saat ini
keluarga saya sudah tidak berteguran kurang lebih 1 tahun lamanya(antara sesama
saudara orangtua). Karenanya sebagai seorang anak, saya ingin memberikan
nasehat kepada keluarga saya tersebut. Tapi saya tidak tahu hadist yang harus
saya sampaikan.
Mohon arahannya ust, terima kasih Wa alaikumus salam
Mohon arahannya ust, terima kasih Wa alaikumus salam
Dari: Aris
Jawaban:
Bismillah
was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Salah satu
diantara prinsip yang diajarkan dan ditekankan dalam islam adalah menjaga
persaudaraan sesama muslim. Karena itu, Allah memotivasi agar kaum muslimin
berupaya menjadikan
muslim yang lain sebagaimana layaknya saudara.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
“Sesungguhnya
hanya kaum muslimin yang bersaudara. Karena itu, berupayalah memperbaiki hubungan
antara kedua saudara kalian..” (QS. Al-Hujurat: 10).
Bahkan Allah
ingatkan, diantara nikmat besar yang Allah berikan kepada para sahabat adalah
Allah jadikan mereka saling mengasihi, saling mencintai, padahal sebelumnya
mereka saling bermusuhan,
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Ingatlah
akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, kemudian Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kalian
orang-orang yang bersaudara, karena nikmat Allah. (QS. Ali imran: 103).
Bahkan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hubungan
persaudaraan antara sesama muslim, ibarat satu jasad. Jika ada yang sakit, yang
lain turut merasakannya,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اثْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمى
“Perumpamaan
kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu
jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan
terasa panas.” (HR. Muslim 2586).
Akan tetapi,
membangun suasana persadauraan semacam yang diajarkan islam, lebih sulit
ketimbang memindahkan gunung. Setan selalu berupaya memicu terjadinya
permusuhan.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ
“Setan
(Iblis) telah putus asa untuk disembah oleh orang yang rajin shalat di Jazirah
Arab. Namun dia selalu berusaha untuk memicu permusuhan dan kebencian.” (HR. Muslim
2812 dan Ibn Hibban 5941).
Ketika Iblis
melihat kemajuan islam di akhir dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
dia sudah putus asa, tidak mungkin kaum muslimin akan menyembahnya (melakukan
syirik) di jazirah arab. Karena mereka menjadi generasi yang sangat kuat
imannya. Tapi setan tidak tinggal diam, dia berupaya untuk memicu munculnya
permusuhan diantara mereka.
Karena itu,
sikap saling mendzalimi tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Sikap saling
mendzalimi telah menyatu dan menjadi warna hidup manusia. Namun, islam tidak
membiarkannya. Islam menekan agar seminimal mungkin semacam ini bisa terjadi.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ
“Tidak halal
bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3
hari.” (HR.
Bukhari 6237 dan Muslim 2560).
Anda bisa
perhatikan hadis di atas,
Islam tidak
melarang umatnya untuk membenci muslim yang lain secara mutlak. Karena setiap
muslim yang merasa telah didzalimi orang lain, dia pasti akan membencinya. Dan
tidak bisa serta merta memaafkannya. Untuk itu, islam memberikan batas toleransi
selama 3 hari. Toleransi bagi gejolak emosi yang itu menjadi tabiat manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar