Laman

Selasa, 29 September 2015

Sejarah Berdirinya Menara Siger



Tugu Siger atau sering disebut Menara Siger adalah project idealisme dari pemerintah Provinsi Lampung yang ingin membuat identitas daerah Propinsi Lampung, seperti Menara Eiffelnya paris, twin towernya malaysia, Monasnya Jakarta dan lain sebagainya. menara ini juga menjadi titik nol sumatra dibagian selatan.
Menara Siger ini diarsiteki oleh Ir. Anshori Djausal M.T. dengan menggunakan Teknik ferrocement dan dibangun mulai tahun 2005 di Bukit Gamping, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di bukit yang berada di sebelah kiri pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. pada tanggal 30 April 2008, Menara siger diresmikan oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P.
Menara ini memiliki luas 50 x 11 meter dengan tinggi mencapai 32 meter dan memiliki 6 lantai, dan juga Menara Siger ini dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.
Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung.
Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.
Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing.
MENARA SIGER - TITIK NOL LINTAS SUMATERA
( Bilingual Description : Indonesia - English )
Menara Siger sebagai Landmark Provinsi Lampung yang mencerminkan identitasnya sebagai Povinsi Gerbang Selatan dan TITIK NOL km Pulau Sumatera. Menara ini dibangun diatas perbukitan dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut dekat Pelabuhan Bakauheni yang amat strategis sebagai tempat transit dan wisata. Bentuknya mengadaptasi ciri khas tradisional Lampung yang dikenakan wanita Lampung pada upacara-upacara adat dan merupakan suatu simbol kehormatan. Dari areal dalam ruang khusus maupun luar ruangan menara Siger ini, Para wisatawan dapat menyaksikan keindahan Selat Sunda dan daerah sekitar Bakauheni
SEJARAH DIBANGUNNYA MENARA SIGER
Menara Siger adalah sebuah bangunan enam lantai yang digagas oleh Gubernur Lampung, Sjachroedin Z. P, untuk program kerja tahun 2005-2009. Anshori Djausal, M. T., seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung ( UNILA ) sekaligus arsitek asli Lampunglah yang menjadi perancang Menara Siger.
FUNGSI & FILOSOFI PEMBANGUNAN MENARA SIGER
Fungsinya adalah sebagai Landmark Provinsi Lampung, seperti halnya New York dengan Patung Liberty, Jakarta dengan monas, dan Lampung dengan Menara Siger. Selain itu, pembangunan Menara Siger merupakan awal dari pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), yaitu sebuah jembatan yang akan menjadi media transportasi penyeberangan darat antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Sebagai sebuah Landmark Provinsi Lampung, penampilan Menara Siger dirancang dengan beragam hal yang menjadi ciri khas Lampung. Misalnya saja topi berwarna kuning merupakan gambaran dari siger, yaitu mahkota adat wanita Lampung yang berwarna kuning emas. Selain itu, bangunan ini juga dihiasi lukisan corak tapis, kain khas Lampung. Menara Siger yang berhiaskan ukiran corak kain Tapis khas Lampung menjadi simbol yang mewakili kebudayaan dan falsafah tatanan masyarakat Lampung. Di antaranya "nemui nyimah" yang berarti berhati terbuka menerima tamu, nengah nyappur yang berarti suka berkenalan dan pandai bergaul.
Menara Siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat Lampung memang tidak bisa di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini Provinsi yang menjadi pintu gerbang penghubung Pulau Sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon kebanggaan yang berskala nasional.
Sehingga di masyarakat Lampung sendiri, tentu saja keberadaan menara Siger menjadi sangat layak untuk di promosikan, menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, agar di kenal oleh tamu tamu dari luar daerah maupun manca Negara.

2 komentar:

  1. INGIN MENCARI KEMENANGAN SECARA TERUS MENERUS
    TUNGGU APA LAGI BURUAN JOIN BERSAMA www.Zoya99.com
    DAN RAIH KEMENANGANNYA SELAMA BERMAIN DISINI
    DAPATKAN BONUS" YANG SANGAT MENARIK DISINI
    - BONUS ROLINGAN TERBESAR
    - BONUS REFERALL TERBANYAK
    DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP.20.000
    KAMU SEMUA SUDAH BISA BERMAIN 7GAME SEKALIGUS
    RASAKAN PELAYANAN CS YANG SANGAT BERPENGALAMAN
    TUNGGU APA LAGI.. INGIN MENANG HANYA DI ZOYA99
    INFO
    BBM: D8B82A86 / 2BE5BC31
    LINE: zoya_qq
    WA: +85515370075

    CERITA SEX: http://zoyasex.blogspot.com/2017/11/zoyasex-menginap-di-hotel-bareng-mama.html

    BalasHapus