Laman

Kamis, 01 Oktober 2015

Chlorophyta (Alga Hijau)



Chlorophyta merupakan kelompok alga yang paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni dan bersel banyak. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil yang mengandung karoten. Banyak terdapat di danau, kolam tetapi sebagian ada juga yang hidup di laut.
Chlorophyta umumnya hidup di air tawar (90%) yang merupakan suatu penyusun plankton atau sebagai bentos bersel besar ada yang hidup di air laut(10%), terutama dekat pantai. Ada jenis chlorophyceae yang hidup pada tanah-tanah yang basah.

Jenis-jenis alga hijau :

  1. Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak.
             Contoh: Chlorella, Chlorococcum
  1. Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak.
            Contoh : Chlamidomonas
  1. Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak.
Contoh : Hydrodictyon

  1. Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak.
            Contoh : Volvox
  1. Chlorophyta berbentuk benang.
            Contoh: Spyrogyra
  1. Chlorophyta berbentuk lembaran.
            Contoh: Ulva, Chara


Perkembangbiakan
1.  Secara Aseksual
            Ganggang hijau bereproduksi dengan pembelahan sel. Misalnya pada Pleurococcus; fragmentasi talus, mislanya Spirogyra; membentuk zoospora, misalnya pada Ulva dan Chamydomonas.
2.   Secara Seksual
Reproduksi seksual dilakukan dengan cara isogami, anisogami,oogami dan konjugasi.

Gamet jantan menyerupai zoospora dan selalu bergerak bebas. Gamet betina kadang-kadang tidak bergerak, jadi merupakan suatu oogonium. Perkawinan terjadi karena adanya daya tarik yang bersifat kemotaksis.Zigot biasanya berupa suatu sel yang berdinding tebal, bulat, dan kadang-kadang berwarna merah karena mengandung hematokrom.
Pada kebanyakan Chlorophyceae pembelahan reduksi terjadi pada perkecambahan zigot, jadi ganggang hijau adalah organisme haploid. Alat-alat perkembangbiakan seksual dan aseksual (gamet dan spora) terdapat pada satu individu, tetapi tiap-tiap individu tidak menghasilkan kedua macam alat perkembangbiakan itu. Biasanya terdapat suatu deretan tumbuhan yang selalu berkembangbiak secara vegetatif dan baru kemudian muncul individu yang berkembangbiak secara generatif. Jadi, meskipun kedua-duanya haploid, ada yang bersifat vegetatif dan ada yang bersifat generatif. Dengan pemindahan tempat terjadinya pembelahan reduksi dari zigot ke sporangium pada fase aseksual, terjadilah pergiliran keturunan antara sporofit yang diploid dengan gametofit yang haploid. Pada pembelahan reduksi terjadi penentuan jenis kelamin.

Ganggang hijau memiliki bentuk kloroplas yang bermacam-macam :
Ada yang berbentuk spiral (pada Spirogyra), Ada yang berbentuk seperti bintang (pada Zygnema), dan Ada yang berbentuk seperti mangkuk (padaChlamidomonas), Bentuk seperti sabuk ( pada Ulotrix), Bentuk anyaman (pada Oedogonium)
1.      Chlorella
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel.
2.      Chlorococcum
Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)
3.      Chlamidomonas
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi
4.      Hydrodictyon
Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.
5.      Volvox
Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 - 5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.
6.      Spyrogyra
Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. Adapun langkah-langkah konjugasi antara lain
Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh peleburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang Spirogyra baru yang haploid.
7.      Ulva
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid.
8.      Chara
Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.

Struktur sel
1. Dinding sel
Dinding sel tersusunan atas dua lapisan dalam yang tersusun atas selulosa dan lapisan luar tersusun atas pektin. Tetapi beberapa alga bangsa volvocales dindingnya tidak mengandung selulosa. Melainkan tersusun atas glikoprotein.
2. Kloroplas atau tempat pembentukan klorofil
 Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b, beta karoten serta berbagai macam xantifil (lutein, violaxanthin, zeaxanthin) kloroplas dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel.

Manfaat Alga Hijau :
Ø  Digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium
Ø   Bahan obat-obatan
Ø   Bahan makanan
Ø   Bahan kosmetik
Ø   Serbuk Chlorella dalam industri  obat-obatan dimasukan  dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen  makanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar